LDII OKU Timur Edukasi 483 Remaja soal Kesehatan Reproduksi melalui GEN-CARE 2026
OKU Timur – DPD LDII Kabupaten OKU Timur (OKUT) menggelar Seminar Kesehatan Reproduksi Usia Mandiri bertajuk “GEN-CARE 2026 (Generasi Sehat, Cerdas, dan Peduli Masa Depan)” di Masjid Nurul Huda, Desa Tugu Harum, Kecamatan Belitang Madang Raya, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan diselenggarakan melalui Bidang Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Kesenian tersebut diikuti 483 peserta usia remaja dan mandiri dari 14 Pimpinan Cabang (PC) binaan DPD LDII OKU Timur.
Seminar bertujuan memberikan edukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental dalam menghadapi masa depan.
Hadir sebagai narasumber utama, dr. Gusti Nilasari dari UPTD Puskesmas Belitang Madang Raya. Kegiatan juga dihadiri Wakil Ketua DPD LDII OKU Timur Eprianto, S.Pd.I., Dewan Penasehat Bidang Bimbingan Konseling (BK) H. Nur Hasyim, serta jajaran pengurus Bidang Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Kesenian.
Ketua pelaksana kegiatan, Hemi A.P., S.Pi., M.Sc., mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar memiliki kesehatan yang baik, wawasan yang luas, dan akhlak yang mulia.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, serta mempersiapkan masa depan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, H. Nur Hasyim mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum agar mampu menjadi generasi yang profesional religius dan bermanfaat bagi masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan qiraah, sambutan, penyampaian materi keagamaan, dan dilanjutkan dengan seminar kesehatan reproduksi.
Dalam pemaparannya, dr. Gusti Nilasari menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek mental, emosional, dan tanggung jawab dalam menjaga diri serta pergaulan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan diri, istirahat yang cukup, serta menghindari perilaku berisiko seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan dampak negatif media sosial.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan guna membangun keluarga yang sehat dan harmonis.
Menurut dr. Gusti, pemahaman agama yang baik perlu didukung dengan wawasan kesehatan dan ilmu pengetahuan agar generasi muda mampu menjaga diri serta menjalani kehidupan secara lebih berkualitas.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Peserta tampak antusias mengikuti materi serta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Seminar ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kesehatan reproduksi sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab terhadap masa depan diri, keluarga, maupun masyarakat.(ds)
