Pentingnya Sukses Pendidikan bagi Generasi Penerus: Membangun Peradaban Melalui Knowledge, Skills, dan Character
3 mins read

Pentingnya Sukses Pendidikan bagi Generasi Penerus: Membangun Peradaban Melalui Knowledge, Skills, dan Character

Sungai Lilin, Muba (2/7) ldiimuba.or.id – Tidak bisa dipungkiri bahwa keberlangsungan sebuah peradaban sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Musi Banyuasin, H. Daud Sobri, dalam pengarahan yang diikuti oleh generasi muda dari berbagai pelosok Muba di Aula Pondok Pesantren Taufiqurrohman, Sungai Lilin.

Pada kesempatan tersebut, Ketua LDII Muba menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keberlangsungan perjuangan umat. Generasi tua wajib mewariskan ilmu, pengalaman, serta strategi kehidupan kepada generasi muda, agar tongkat estafet perjuangan tidak terputus. Sejalan dengan itu, Wanhat (Dewan Penasihat) LDII Muba, H. Achmadi, mengingatkan sabda sahabat Salman Al-Farisi: “Tidak henti-hentinya manusia dalam kebaikan selama generasi muda belajar kepada generasi tua. Bila generasi tua wafat sementara ilmunya belum diajarkan, maka celakalah manusia.”

Re-Focusing Dakwah di Era Daring, Luring, dan Dakwah Kampung

Acara ini juga dimaksudkan sebagai momentum re-focusing dakwah, menyesuaikan arah dan metode pembinaan generasi muda dalam menghadapi era digital dan derasnya arus kesenian, baik secara daring (online) maupun luring (offline). Dunia seni, budaya populer, dan media sosial saat ini menjadi ladang baru dakwah yang tidak bisa diabaikan, termasuk pentingnya dakwah kampung, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akar rumput.

Generasi muda LDII diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pembawa pesan dakwah yang kreatif, santun, dan tetap berbasis Al-Qur’an dan Hadis. Dalam konteks inilah, pembekalan berbasis tiga pilar pendidikan sebagaimana dirumuskan oleh pemikir dan dosen Stanford University, Seth Godin, menjadi sangat relevan.

Tiga Pilar Pendidikan: Knowledge, Skills, dan Character

1. Knowledge (Ilmu Pengetahuan)
Generasi muda wajib membekali diri dengan ilmu yang luas, baik ilmu dunia maupun akhirat. Ilmu menjadi kompas dalam berpikir dan bertindak. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” Tanpa ilmu, arah perjuangan akan mudah melenceng dari nilai-nilai Islam.

2. Skills (Keterampilan)
Dunia modern menuntut generasi muda memiliki keterampilan praktis: komunikasi, teknologi digital, kepemimpinan, manajemen diri, hingga kewirausahaan. Dalam pengarahan ini, para pemuda didorong aktif mengikuti pelatihan dan kegiatan pemberdayaan agar mandiri secara ekonomi dan sosial, sesuai prinsip “berdiri di atas kaki sendiri” yang dipegang kuat oleh LDII.

3. Character (Karakter)
Pendidikan yang sukses bukan hanya menghasilkan orang cerdas, tetapi juga pribadi yang berakhlak mulia. Karakter seperti jujur, amanah, hemat, kerja sama yang baik, rukun, kompak, dan bisa dipercaya adalah landasan hidup bermasyarakat. Inilah yang menjadi ruh dari tri sukses generasi muda LDII: alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.

Generasi Robbani untuk Peradaban Islami

Di akhir pengarahan, Ketua LDII Muba menegaskan bahwa generasi muda LDII harus menjadi generasi robbani – generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan sosial, tetapi juga kokoh dalam iman dan takwa. Dakwah tidak boleh kaku, tetapi harus adaptif terhadap zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.

“Kita ingin generasi muda LDII di Muba menjadi pemuda yang berpikir global, tetapi tetap membumi dengan nilai Qur’ani. Berprestasi dalam pendidikan, tapi tetap tunduk kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya,” tegas H. Daud Sobri.(ds)

2 thoughts on “Pentingnya Sukses Pendidikan bagi Generasi Penerus: Membangun Peradaban Melalui Knowledge, Skills, dan Character

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *