LDII Gelar Media Gathering Jelang Munas X, Tegaskan Peran Ormas Perkuat Wawasan Kebangsaan
ldiimuba.or.id | (10/3) Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar media gathering dan buka puasa bersama para jurnalis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat komunikasi dengan insan pers sekaligus menyampaikan arah strategis LDII dalam menghadapi dinamika global.
Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, mengatakan Munas X LDII akan berlangsung pada 7–9 April 2026 dengan mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia.”
Menurut Chriswanto, tema tersebut dipilih karena dunia saat ini menghadapi ketidakpastian yang tinggi akibat konflik geopolitik di sejumlah kawasan.
“Perang berkepanjangan di kawasan Eropa Timur dan ketegangan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan global, tetapi juga mengguncang tatanan geoekonomi dunia, mulai dari rantai pasok energi, pangan, hingga stabilitas perdagangan internasional,” ujarnya.
Ia menilai kondisi global tersebut menjadi pengingat bagi Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan nasional, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun moral masyarakat. Dalam konteks itu, LDII berupaya mengambil peran melalui dakwah yang menekankan nilai kebangsaan, moderasi, serta penguatan karakter masyarakat.
Chriswanto menambahkan, Munas X LDII tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga agenda untuk menentukan kepengurusan periode 2026–2031. Selain itu, Munas menjadi momentum merumuskan kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan nasional.
Berbagai isu strategis akan dibahas dalam forum tersebut, di antaranya
LDII Gelar Media Gathering Jelang Munas X, Tegaskan Peran Ormas Perkuat Wawasan Kebangsaan
ldiimuba.or.id | (10/3) Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar media gathering dan buka puasa bersama para jurnalis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat komunikasi dengan insan pers sekaligus menyampaikan arah strategis LDII dalam menghadapi dinamika global.
Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, mengatakan Munas X LDII akan berlangsung pada 7–9 April 2026 dengan mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia.”
Menurut Chriswanto, tema tersebut dipilih karena dunia saat ini menghadapi ketidakpastian yang tinggi akibat konflik geopolitik di sejumlah kawasan.
“Perang berkepanjangan di kawasan Eropa Timur dan ketegangan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan global, tetapi juga mengguncang tatanan geoekonomi dunia, mulai dari rantai pasok energi, pangan, hingga stabilitas perdagangan internasional,” ujarnya.
Ia menilai kondisi global tersebut menjadi pengingat bagi Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan nasional, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun moral masyarakat. Dalam konteks itu, LDII berupaya mengambil peran melalui dakwah yang menekankan nilai kebangsaan, moderasi, serta penguatan karakter masyarakat.
Chriswanto menambahkan, Munas X LDII tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga agenda untuk menentukan kepengurusan periode 2026–2031. Selain itu, Munas menjadi momentum merumuskan kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan nasional.
Berbagai isu strategis akan dibahas dalam forum tersebut, di antaranya penguatan nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan karakter masyarakat.
“Isu-isu ini merupakan penajaman dari delapan program kerja LDII yang dirumuskan sebagai delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa,” kata Chriswanto.
Ia juga menilai dinamika geopolitik global saat ini menuntut Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan solidaritas sosial. Gangguan pada sektor energi dan pangan akibat konflik internasional, menurut dia, telah memicu volatilitas harga di berbagai negara dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.
Karena itu, organisasi kemasyarakatan seperti LDII dinilai perlu ikut memperkuat ketahanan sosial masyarakat, mendorong kemandirian ekonomi, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa.
“Nilai-nilai tersebut akan terus kami gaungkan dalam Munas X LDII,” ujarnya.
Melalui Munas X ini, LDII berharap dapat mempertegas peran organisasi dalam mendukung cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, harmonis, dan berkeadaban, sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.(ds).
