
LDII Sungai Lilin Helat Pengajian Keputrian: Ibu sebagai Pilar Pendidikan Anak di Era Tantangan Moral
Sungai Lilin (31/7) ldiimuba.or.id — Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sungai Lilin mengadakan pengajian keputrian di Masjid Miftahul Huda, Kelurahan Sungai Lilin Jaya, Kecamatan Sungai Lilin, Kamis (31/7). Acara ini menghadirkan pemateri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP LDII dan mengangkat tema penting tentang peran ibu sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) dalam keluarga.
Dalam pemaparannya, pemateri menegaskan bahwa para ibu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, adab, dan akhlak anak sejak usia dini. Pendidikan pertama yang diterima anak tidak berasal dari sekolah formal, melainkan dari rumah, khususnya dari sosok ibu. Oleh karena itu, penguatan kapasitas spiritual dan intelektual kaum ibu menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.
Pengajian ini juga menyoroti fenomena sosial yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja Musi Banyuasin (Muba), di mana dekadensi moral semakin tampak. Maraknya aksi tawuran, penyalahgunaan media sosial, hingga tindakan amoral lainnya menjadi indikator lemahnya kontrol sosial dan peran keluarga dalam pendampingan anak.
Tinjauan Psikologi Remaja
Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan pencarian jati diri, rasa ingin tahu tinggi, dan kebutuhan akan pengakuan sosial. Secara psikologis, remaja mengalami perubahan emosional yang labil dan sering kali belum mampu mengontrol impulsnya. Dalam situasi ini, kehadiran orang tua sebagai pendamping, bukan hanya sebagai pengamat atau pengkritik, menjadi sangat penting.
“Anak-anak harus diajak ngomong, bukan hanya diomongin,” ujar salah satu narasumber dalam pengajian tersebut. Komunikasi dua arah yang sehat antara orang tua dan anak dapat membentuk kepercayaan dan keterbukaan. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan luar.
Dampak Sosial Pergaulan
Pergaulan yang tidak terkontrol dapat menjadi pintu masuk perilaku menyimpang. Tekanan kelompok sebaya (peer pressure) sering kali membuat remaja mengikuti tren meskipun bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama. Di sinilah pentingnya peran keluarga dan komunitas untuk menyediakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif remaja.
Wanhat (Dewan Penasehat) PC LDII Sungai Lilin H Ellin menyatakan bahwa lembaga dakwah seperti LDII harus mengambil bagian aktif dalam menjaga dan mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak.
“Kita sebagai lembaga dakwah tidak hanya berdakwah dari mimbar, tapi juga mengambil peran konkret dalam membina keluarga, khususnya ibu-ibu, agar siap mendidik generasi masa depan,” ujarnya.
Melalui pengajian keputrian ini, LDII Sungai Lilin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memperkuat peran keluarga, khususnya peran ibu dalam pendidikan anak. Penguatan iman, akhlak, dan komunikasi dalam keluarga diharapkan dapat menjadi benteng moral di tengah derasnya arus tantangan zaman.(ds).